TERSEDIA : BUKU ANALISIS - BUKU BIOGRAFI - BUKU BISNIS - BUKU CERITA - BUKU DEWASA - BUKU HUMOR - BUKU MANAJEMEN - BUKU MOTIVASI - BUKU NOVEL - BUKU PELAJARAN - BUKU PERDAGANGAN - BUKU PSIKOLOGI - BUKU RELIGI - BUKU TUTORIAL - GADGET HEWAN - GADGET PERMAINAN - GADGET JAM - GADGET KALENDER - RANGKAIAN ELEKTRONIKA - SMS GRATIS

Wednesday, November 02, 2011

Penjelasan Teori Klasik Tentang Hasil-Hasil Eksperimen Dalam Efek Fotolistrik

Berdasarkan teori elektromagnetika klasik, kenyataan-kenyataan yang diperoleh dari berbagai eksperimen dapat dijelaskan sebagai berikut.
1)     Bertitik tolak pada pandangan tentang hakekat gelombang cahaya yang malar, energi yang diterima oleh permukaan sebanding dengan intensitas cahaya, luas permukaan logam yang disinari dan lamanya penyinaran. lni berarti bahwa apabila intensitas cahaya kecil, diperlukan waktu yang lebih lama agar energi yang diserap elektron cukup besar untuk melepaskan dirinya dari permukaan logam. Berdasarkan perhitungan klasik, bila intensitas cahaya sebesar 10-10 W/m2, dalam selang waktu 10-9 sekon belum ada elektron yang dapat ke luar. Untuk intensitas sekecil itu dibutuhkan waktu sekurang-kurangnya beberapa ratus jam agar elektron dapat terlepas.
2)     Menurut teori klasik, makin tinggi intensitas cahaya makin banyak pula energi yang diserap oleh elektron pada permukaan logam. Oleh karena itu diharapkan arus elektron semakin tinggi sesuai kenaikan intensitas. Dalam batas – batas tertentu anggapan ini sesuai dengan hasil eksperimen. Tetapi jika frekuensi cahaya lebih kecil dari frekuensi ambang fo, tidak akan ada arus elektron, betapa pun besarnya intensitas cahaya.
3)     Seperti halnya dengan butir (1) di atas, besarnya energi yang diterima elektron, secara klasik ditentukan oleh intensitas cahaya dan bukan oleh frekuensinya. Sebab itu adanya potensial henti yang berbeda untuk setiap logam, benar-benar di luar dugaan teori klasik.
4)     Adanya energi kinetik maksimum bagi fotoelektron untuk setiap frekuensi, sama sekali tidak dapat dijelaskan oleh teori klasik, karena sekali lagi menurut teori klasik energi efektron seharusnya tidak bergantung pada frekuensi. Dari interpretasi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan teori elektromagnetika klasik, peristiwa efek fotolistrik sama sekali tidak dapat diterangkan dengan baik.

Komentar
0 Tanggapan
Tweet

0 comment:

Post a Comment

 
Obrolan